Tips Membuat Dapur Lebih Terlihat Elegan

Dapur merupakan salah satu ruangan yang istimewa dan penting dalam sebuah rumah, sebab di sanalah berbagai kebutuhan makanan terlebih dahulu diolah sebelum dikonsumsi oleh sang penghuni. 

Namun, terkadang banyak pemilik rumah kurang memperhatikan pentingnya pemeliharaan dapur. Mulai dari berbagai alat masak yang tergeletak begitu saja, bumbu-bumbu masak berserakan, hingga permukaan dinding sudah berkerak.

Alhasil, penghuni rumah pun enggan untuk berlama-lama di dapur karena faktor ketidaknyamanan tersebut.

Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk selalu menjaga kebersihan dapur agar senantiasa nyaman bila berada di sana. Selain menjaga kebersihan, penting pula untuk menata tampilan dapur agar terlihat elegan. 

Melansir buku berjudul Kitchen Creativity oleh Karen Page, dengan tampilan dapur yang elegan, Anda tak hanya merasa nyaman, tapi juga akan meningkatkan daya kreativitas dalam memasak.

Nah, berikut ini adalah tiga tips yang Kompas.com rangkum untuk membuat dapur terlihat lebih elegan.

Gunakan top table bermaterial solid surface

Dapur dengan desain modern minimalis, minim detail, dan mudah dibersihkan merupakan tren dapur yang sedang digemari akhir-akhir ini.

Untuk membuat nuansa tersebut, cobalah menggunakan top table bermaterial solid surface. Misalnya, top table yang terbuat dari batu granit dan marmer berwarna putih, perak, atau hitam.

Dengan material tersebut, Anda akan dengan mudah membersihkannya dan juga tidak mudah rusak.

Tak hanya top table, Anda pun bisa memberikan sentuhan terhadap kabinet dapur. Caranya, Anda bisa mengecat ulang kabinet dan mengganti handel pintu dengan model baru.

Untuk menambah kesan estetis, Anda bisa meletakkan beberapa titik cahaya pada langit-langit dapur agar terlihat lebih “anggun”.

Memakai peralatan berbahan khusus

Melansir artikel Kompas.com, peralatan dapur yang menggunakan material stainless steel akan lebih mudah dirawat dan dibersihkan. 

Selain tahan lama dan secara fisik kuat untuk digunakan sehari-harinya, bahan ini pun akan menambah daya pikat elegan pada dapur Anda secara keseluruhan.

Tak hanya material berbahan stainless steel, alat-alat dapur yang menggunakan material tempered glass bisa pula menjadi pertimbangan.

Asal tahu saja, tempered glass sendiri merupakan kaca float yang telah melalui berbagai proses pemanasan termal. Proses tersebut membuat tempered glass memiliki kekuatan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan dan benturan.

Tak cuma itu, tempered glass juga mampu bertahan dalam perubahan suhu ekstrem sehingga lebih aman untuk digunakan.

Salah satu alat dapur yang direkomendasikan menggunakan material ini adalah lemari es.

Biasanya, lemari es konvensional menggunakan metal door untuk bagian pintunya. Namun, bahan material ini memiliki banyak kelemahan, seperti tampilan yang lebih cepat kusam dan mudah berkarat.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mulai berencana untuk membeli lemari es berbahan tempered glass seperti yang dimiliki oleh Polytron dengan Lemari Es Belleza-nya.

Dengan bahan tempered glass door yang dimiliki, Lemari Es Belleza akan bertahan lebih lama dan lebih kuat. Alhasil, Anda bisa menikmati tampilan premium dan elegan yang terpampang sejak pertama kali membeli terus-menerus.

Bahan bermaterial stainless steel direkomendasikan karena awet dan mudah dibersihkanDok. Polytron Bahan bermaterial stainless steel direkomendasikan karena awet dan mudah dibersihkan

Padupadankan warna cat dinding dengan warna perabot

Trik terakhir untuk membuat dapur Anda menjadi lebih elegan adalah memadupadankan warna cat dinding dengan warna perabot yang terdapat di dapur.

Sebisa mungkin jangan memilih warna yang saling bertabrakan karena hal ini akan memberikan kesan mencolok sehingga membuat tampilan dapur kurang estetis.

Untuk warna dinding, Anda bisa memilih warna terang, misalnya putih atau kuning. Ini sebab warna terang akan membantu efek pencahayaan di dalam dapur menjadi lebih cerah, baik pada siang atau malam hari.

Hal itu terjadi lantaran, pada siang hari, sinar matahari yang masuk ke dalam dapur akan terpantul secara lebih merata, sedangkan pada malam hari sinar lampu akan tersebar sehingga seisi ruangan mendapat sinar yang seimbang.

Jangan lupa pula untuk memberikan sentuhan seni untuk tampilan yang lebih elegan. Misalnya, memberikan hiasan dinding berupa lukisan atau pigura kata-kata bijak yang bisa membuat Anda semakin bersemangat untuk memasak.

Dengan begitu lengkap sudah tampilan dapur baru Anda. Selamat berkreasi!
Daftar Harga Motor 150CC terbaru

Beberapa pembaruan dilakukan pada daftar model motor sport 150 cc bulan ini. Terbaru adalah Suzuki yang memberikan warna baru pada seri GSX-R 150 miliknya.

Suzuki memberikan pilihan warna matte summer red atau merah dof. Selain warna, Suzuki juga memberikan single seat cover dengan warna senada, emblem krom, decal pada pelek yang semuanya dibanderol Rp 30,9 juta.

Dari harga, perubahan bulan ini dilakukan Yamaha dengan mengubah beberapa harga modelnya. Banderol R15 misalnya naik Rp 457 ribu dari bulan lalu menjadi Rp 35,757 juta.

Begitu juga untuk model baru MT-15, naik Rp 383 ribu menjadi Rp 35,333 juta.

Honda
CBR150R Standar Rp. 33.800.000
CBR150R Repsol Rp. 34.700.000
CBR150R Racing Red Rp. 34.500.000
CBR150R ABS Rp. 37.800.000
CBR150R Racing Red ABS Rp. 38.500.000
CBR150R Repsol ABS Rp. 38.700.000
CB150 Verza Spoke Rp. 19.400.000
CB150 Verza CW Rp. 20.050.000
CB150R StreetFire – SE Honda Racing Red Rp. 27.850.000
CB150R StreetFire – SE Fury Mat Red Rp. 27.850.000
CB150R StreetFire – SE Raptor Mat Rp. 27.850.000
CB150R StreetFire - STD Wild Black Rp. 26.750.000
CB150R StreetFire - STD Macho Black Rp. 26.750.000

Suzuki
GSX150 Bandit Shutter Key Rp 26.000.000
GSX-R150 GSX-R150 ABS Rp 33.150.000
GSX-R150 GSX-R150 Matt Red Series Rp 30.900.000
GSX-R150 GSX-R150 Keyless Ignition System Rp 30.150.000
GSX-R150 GSX-R150 Shuttered Key Rp 29.150.000
GSX-S150 GSX-S150 Shutter Key Rp 26.000.000
GSX-S150 GSX-S150 Keyless Rp 26.500.000

Yamaha
MT-15 Rp. 35.333.000
ALL NEW VIXION YAMAHA MOVISTAR Rp 27,648,000
ALL NEW VIXION Rp 26,948,000
ALL NEW VIXION R Rp 30,555,000
XABRE NEW COLOR Rp. 30.700.000
ALL NEW BYSON FI Rp. 22.950.000
ALL NEW R15 YAMAHA MOVISTAR Rp 36,357,000 ,
ALL NEW R15 Rp 35,757,000

Kawasaki
Z125 Pro Rp 32.500.000
Z125 Pro SE Rp 33.200.000
KSR Pro Rp 29.400.000
W175 Rp 29.800.000
W175 SE Rp 31.100.000
W175 Cafe Rp 32.600.000

*harga dapat berubah sewaktu-waktu

*harga berbeda di tiap daerah
Pemerintah Akan terapkan Pajak kendaraan Berbasis Emisi

Pemerintah siap menerpakan harmonisasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dengan skema baru. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memacu ekpor pada sektor industri otomotif.

Dalam penerapan skema baru, nantinya PPnBM tak lagi dihitung dari kapasitas mesin, tapi berdasarkan emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Semakin rendah emisi, maka makin rendah pula tarif PPnBM kendaran.

"Insentif baru yang dikeluarkan pemerintah ini disederhanakan menjadi berbasis emisi. Skema harmonisasi ini diharapkan bisa mengubah kendaraan produksi dalam negeri menjadi rendah emisi, meningkatkan investasi dan memperluas pasar ekspor,” ucap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya.

Skema baru mengenai harmonisasi PPnBM ini tengah dikonsultasikan oleh pemerintah pada parlemen. Menurut Airlangga, harmonisasi skema PPnBM ini juga menjadi upaya untuk memberikan insentif produski motor dan mobil listrik di Indonesia, sehingga bisa menjadi nol persen.

Bila dalam aturan sebelumnya insentif hanya diberikan untuk kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2), maka dalam aturan baru insentif juga diberikan untuk kendaraan Low Carbon Emission Vehile (LCEV).

Lebih dari 1.200 kendaraan di Balikpapan mengikuti uji emisi. Setidaknya lebih dari 11 persen kendaraan yang ikut uji ini menyumbang polutan besar pada kualitas udara Balikpapan.Dani J Lebih dari 1.200 kendaraan di Balikpapan mengikuti uji emisi. Setidaknya lebih dari 11 persen kendaraan yang ikut uji ini menyumbang polutan besar pada kualitas udara Balikpapan.

Airlangga memproyeksikan skema baru ini akan berlaku pada 2021 mendatang dengan pertimbangan kesiapan dari para pelaku usaha. Adanya tenggat waktu dua tahun, pelaku usaha akan mampu melakukan penyesuaian dengan teknologi atau bisa memenuhi syarat untuk mendapatkan tarif PPnBM lebih rendah, setelah itu pelaku usaha baru bisa mendapatkan kepastian usaha.
"Kami sudah berdiskusi dengan para pelaku usaha. Mereka sudah minta waktu dua tahun untuk menyesuaikan. Pabrikan Jepang yang sudah eksisting di industri otomotif sudah siap, juga pabrikan dari Eropa," ucap Airlangga.
Bersyukur Bisa Membuat Kita Lebih Bahagia

Kebahagiaan takkan dicapai tanpa pengorbanan. Ada waktu dan usaha yang dilibatkan untuk menggapai kebahagiaan.

Namun, jika terlalu keras berusaha meraih kebahagiaan, orang-orang akan kehilangan waktu dan malah menimbulkan ketidakbahagiaan.

Studi terbaru garapan Kim Aekyoung dari Universitas Rutgers dan Sam Maglio dari Universitas Toronto yang diterbitkan dalam Psychonomic Bulletin & Review menjelaskannya.

Dalam studinya, Aekyoung melakukan eksperimen pada dua populasi. Pertama adalah yang menjejar kebahagiaan sementara yang kedua mensyukurinya.

Populasi responden pertama diminta mengejar kebahagiaan dengan menonton film, walaupun film itu membosankan.

Sementara populasi kedua diminta mencatat hal-hal yang telah membuat mereka bahagia sambil menonton komedi slapstik untuk membangun kondisi kebahagiaan telah diraih.

Hasil riset menunjukkan, populasi pertama merasa tidak punya banyak waktu untuk merasa dan memperjuangkan kebahagiaan.

“Kelihatannya waktu justru tersita banyak saat mengejar kebahagiaan, apalagi jika terus mencari kebahagiaan itu,”ujar para peneliti dikutip dari Science Daily pada Rabu (14/3/2018).

Pelajaran dari riset ini, semakin "ngoyo" berjuang untuk bahagia sesuai target masing-masing, semakin sedikit pula perasaan bahagia yang dirasakan.

Peneliti menganjurkan, kebahagiaan itu mestinya selalu dirasakan kehadirannya tanpa perlu terus diuber. Orang hanya perlu menghargai dan bersyukur atas apa yang diperoleh.

“Seseorang sebaiknya tidak menilai kebahagiaan sebagai suatu hal yang mesti dicari. Jika begini, orang malah punya banyak waktu luang dan banyak kebahagiaan,” ungkap peneliti.
Jangan Pernah Meninggalkan Ponsel Di Didalam Mobil

Meninggalkan ponsel atau perangkat elektronik lain di mobil saat siang bolong memang bukan ide bagus.

Selain bisa merusak komponen elektrik karena terpapar panas terus menerus, ada potensi bahaya lain berupa kebakaran atau ledakan.

Contohnya seperti yang dialami seorang wanita asal Thailand bernama Ying Yupa Anan. Pekan lalu dia meninggalkan ponselnya di mobil saat siang hari.

Padahal, cuaca di Thailand sedang gerah-gerahnya dengan suhu mencapai kisaran 40 derajat celsius akibat gelombang panas (heat wave) yang tengah melanda negeri tersebut.

Dibiarkan kepanasan, ponsel milik Anan pun meledak, meninggalkan bekas hangus, dan lubang menganga di kaca depan mobil.

“Ini adalah hukuman buat orang yang pelupa, (mobil saya) sampai rusak,” tulis Anan dalam sebuah posting di Facebook, disertai emoticon orang menangis untuk menggambarkan kesedihannya.

Dari foto-foto yang diunggah oleh Anan, agaknya dia meletakkan ponsel di bagian dashboard mobil sehingga terpapar cahaya matahari. Tak heran perangkat tersebut kepanasan.

Mobil milik Ying Yupa Anan yang kaca depannya bolong setelah ponsel meledak.The Nation/ Asia News Network Mobil milik Ying Yupa Anan yang kaca depannya bolong setelah ponsel meledak.

Ada kemungkinan ledakan diakibatkan oleh baterai lithium-ion di ponsel yang overheating.
Suhu berlebih memang bisa mengakibatkan baterai mengalami “thermal runaway”, di mana panas menyebabkan reaksi berantai yang meningkatkan temperatur lebih jauh sehingga berakhir pada kebakaran atau ledakan.

Sebab itulah pengguna gadget disarankan agar tidak meninggalkan ponsel atau perangkat elektronik lain di dalam mobil, termasuk yang sama-sama menggunakan baterai lithium-ion seperti power bank.

Di Thailand, Departemen Meteorologi setempat memperingatkan bahwa gelombang panas masih melanda negeri tersebut pekan ini. Suhu di ibukota Bangkok bisa mencapai kisaran 37-40 derajat celsius.

Di bagian utara Thailand, suhunya bisa lebih tinggi lagi, mencapai 39-43 derajat celsius, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari AsiaOne.
Mengapa Baterai Smartphone Bisa Meledak?

Mengisi ulang daya pada baterai ponsel sejatinya merupakan kegiatan biasa dan tak menyimpan bahaya. Namun, jika terjadi masalah pada saat pengisian tersebut, efeknya seringkali cepat dan fatal.

Contoh nyatanya kasus yang terjadi baru-baru ini. Sejumlah pengguna Samsung Galaxy Note 7 melaporkan ponsel mereka meledak atau terbakar saat sedang melakukan pengisian daya.

Samsung pun langsung bertindak cepat. Perusahaan asal Korea Selatan itu menarik seluruh unit Galaxy Note 7 yang beredar di seluruh dunia, dan menawarkan pengganti pada pengguna yang memesan atau telah membelinya.

Reaksi Samsung memang terlihat heboh, mengingat skala penarikan unitnya yang begitu besar. Tapi di balik semua itu, sebenarnya penyebab ledakan masih belum jelas.

Bila memang ledakan disebabkan oleh baterai, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Wired, sejumlah hal ini akan merangkum alasan terjadinya peristiwa tersebut.

Alasan baterai meledak

Baterai lithium ion, terutama yang tidak diproduksi dengan baik, memang cenderung berpotensi meledak atau terbakar. Penyebabnya adalah reaksi kimia yang terjadi di dalam baterai.

Singkatnya, dalam baterai tersebut terdapat arus listrik yang mengalir, dari anoda (kutub negatif) menuju katoda (kutub positif) dan melintasi elektrolit yang ada di antaranya. Aliran ini biasanya selalu lancar, tanpa masalah. Tapi ketika terjadi masalah di tengahnya, efeknya akan fatal.

“Ada beberapa hal berbahaya yang bisa terjadi,” terang Director of The Joint Center for Energy Storage Research di Argonne National Lab, George Crabtree.

“Salah satunya, Anda bisa saja kelebihan daya (overcharge), lalu terjadi panas berlebih yang selanjutnya memicu reaksi kimia di anoda,” imbuhnya.

Bisa juga terjadi sebaliknya, yaitu saat baterai sedang dipakai seperti biasa dan terjadi kelebihan panas yang memicu reaksi kimia di katoda.

Reaksi kimia tersebut, baik di anoda atau katoda, bisa terakumulasi hingga membuat suhu baterai naik. Ketika suhu semakin tinggi, sekitar 150 derajat celcius, maka baterai akan terbakar.

Soal baterai Samsung

Kendati baterai lithium ion memiliki potensi terbakar dan meledak, sebenarnya peristiwa ini jarang terjadi.

Samsung, dan para pemasok bahan baku mereka mengetahui soal potensi terbakar ini, dan biasanya mereka memasang alat yang dapat mengantisipasinya.

“Di dalam baterai terdapat chip yang melindungi sirkuit dan dirancang untuk mencegah kejadian itu (baterai terbakar atau meledak),” terang CEO iFixit, Kyle Wiens, yang telah membongkar dan meneliti sendiri komponen dalam Galaxy Note 7.

“Tak ada sesuatu yang baru. Bagian dalam Galaxy Note 7 tidak mengandung hal tidak banyak berbeda dibandingkan versi sebelumnya,” imbuh Wiens.
Hidup Bahagia Bersama Pasangan Bisa Memperpanjang Umur

Menjalani hidup berdampingan dengan pasangan dan senantiasa berbahagia tentunya merupakan idaman bagi setiap orang.

Namun, ternyata hal tersebut memiliki keuntungan lain, yakni panjang umur. Setidaknya, begitu kata studi yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science.

“Data menunjukkan bahwa kepuasan hidup pasangan memiliki asosiasi dengan mortalitas (tingkat kematian), tanpa memandang kelas sosio-ekonomi, karakter demografis, atau kesehatan fisik mereka”, ujar Olga Stavrova, peneliti dari Tilburg University.

Temuan lain yang menarik dari studi ini adalah kepuasan hidup pasangan dapat menjadi alat prediksi mortalitas pasangannya, dibandingkan kepuasan hidup dirinya sendiri.

Stavrova menganalisis data dari survei representatif nasional terhadap sekitar 4.400 pasangan di Amerika Serikat yang memiliki usia lebih dari 50 tahun.

Selama kurun waktu 8 tahun, partisipan dan pasangannya melaporkan kepuasan hidup dan berbagai faktor lain yang berkaitan dengan mortalitas, termasuk tingkat dukungan pasangan dan frekuensi aktivitas fisik.

Informasi lain yang juga dilaporkan adalah jender, usia pada awal studi, etnis, tingkat pendidikan, pendapatan, penyakit yang diderita, dan mortalitas pasangannya.

Pada akhir studi, sekitar 16 persen partisipan dinyatakan telah meninggal.

Partisipan yang meninggal ini cenderung berusia lebih tua, pria, bertingkat pendidikan rendah, berpendapatan minim, kurang aktif berolahraga, dan rentan mengidap penyakit. Partisipan ini juga melaporkan tingkat kepuasan terhadap pasangan yang rendah, serta memiliki pasangan yang berpendapat serupa.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kepuasan terhadap pasangan pada awal studi memiliki hubungan dengan risiko mortalitas yang rendah. Dengan kata lain, risiko kematian partisipan yang bahagia akan pasangan hidup mereka lebih rendah dibandingkan partisipan yang tidak puas akan pasangannya.

Studi ini mendemonstrasikan bahwa kepuasan hidup, kesehatan emosional, serta hubungan yang baik memiliki konsekuensi bagi kesehatan dan usia panjang.

Kepuasan hidup diasosiasikan dengan perilaku yang dapat mempengaruhi kesehatan, termasuk makanan dan olahraga. Individu yang memiliki pasangan yang aktif dan bahagia kemungkinan besar memiliki pola hidup yang serupa.

“Jika pasangan anda mengalami depresi dan hanya ingin menghabiskan malam dengan memakan keripik di hadapan televisi, maka anda juga kemungkinan melakukan hal yang sama”, ujar Stavrova.

“Riset ini memicu pertanyaan seperti sifat apa yang harus kita perhatikan saat memilih pasangan dan apakah rekomendasi pola hidup seharusnya ditujukan pada pasangan, bukan individu”, tutupnya.
Masih ingat dengan kasus ledakan Galaxy Note 7 beberapa tahun lalu? Ketika itu masalah produksi pada komponen baterai pada Galaxy Note 7 disinyalir menjadi penyebab utama meledaknya perangkat.  Kasus tersebut bukan yang pertama kali terjadi dan tidak hanya menimpa satu merek ponsel saja. Bahkan kasus ponsel terbakar atau meledak juga pernah terjadi pada smartphone mahal macam iPhone sekalipun.  Baca juga: Kasus Pertama iPhone XS Max Terbakar, Sampai Bikin Celana Bolong  Sebabnya, baterai jenis lithium-ion yang umum digunakan di ponsel dan perangkat mobile modern lainnya memang rawan terbakar atau meledak apabila rusak atau terekspos suhu tinggi.  Ada beragam penyebab mengapa sebuah ponsel dapat meledak, seperti misalnya korsleting atau adanya kesalahan saat pengisian daya. Salah satu penyebab yang sering muncul adalah panas berlebih pada bagian dalam ponsel yang kemudian memicu terjadinya ledakan.  Misalnya, baru-baru ini seorang wanita asal Thailand mendapati ponselnya meledak setelah ditinggalkan di dalam mobil ketika siang bolong. Perangkat tersebut rupanya kepanasan karena terpapar cahaya matahari terus-menerus.    Bagaimana cara mencegah agar ponsel tak meledak? Ada beberapa tips yang bisa diikuti. Simak selengkapnya berikut ini, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Times Now News, Jumat (26/4/2019).  1. Jangan pakai saat sedang di-charge  Sebaiknya jangan menggunakan ponsel dalam kondisi sedang diisi baterainya  Saat di-charge, bagian dalam ponsel -terutama baterai- akan mengalami peningkatan suhu.  Nah, ketika ponsel digunakan secara bersamaan dengan pengisian baterai, suhu akan meningkat lebih jauh karena sistem charging semakin terbebani dengan daya yang terkuras. Terlebih kalau penggunaanya "berat" seperti untuk bermain game.  Baca juga: 10 Hal yang Bikin Baterai Android Tidak Cepat Terisi  Kondisi ini disebut "parasitic load" dan sebaiknya dihindari karena ikut berdampak buruk pada ketahanan baterai, di samping meningkatkan suhu.  2. Gunakan charger asli dan berkualitas  Selalu gunakan charger original atau yang memang dikenal berkualitas tinggi. Setiap vendor memiliki standar dan spesifikasi tertentu untuk charger yang diproduksi, terutama yang memiliki kemampuan fast charging.  Jangan ambil risiko dengan menggunakan charger non-original yang keluaran listriknya tak terjamin bagus. Ingatlah bahwa tak semua charger memiliki kualitas setara.  Lebih baik memilih merek terpercaya daripada mengorbankan perangkat dengan memilih charger abal-abal. Salah-salah, bukannya menghemat tapi malah rugi karena perangkat rusak, bahkan terbakar atau meledak.  3. Hentikan charging saat baterai terisi 100 persen  Jika ponsel sudah terisi 100 persen maka sebaiknya cabut kabel charger untuk menghentikan proses pengisian data.  Membiarkan ponsel tertancap ke charger sebenarnya tidak akan membuat perangkat meledak, karena ponsel secara otomatis akan memperkecil daya charging dan melakukan trickle charging, yakni mengisi daya dengan perlahan setiap kapasitas baterai menurun.  Namun, efeknya kurang baik untuk baterai dalam jangka panjang. Baterai lithium-ion pun sebaiknya tak ditunggu sampai benar-benar kosong dan langsung diisi penuh.  Baca juga: Tips Nge-charge Agar Baterai Ponsel Lebih Awet  Tancapkan charger saat indikator baterai berada di kisaran 30 persen dan cabut saat sudah mencapai sekitar 80 persen.  4. Gunakan baterai asli  Meski ponsel masa kini menggunakan desain unibody, baterainya bisa tetap diganti. Namun, seperti halnya charger, kualitas baterai pun dapat berbeda-beda. Supaya terjamin aman, pakailah baterai asli yang berasal dari vendor ponsel.  5. Jangan pakai baterai rusak  Salah satu penyebab baterai lithium-ion meledak atau terbakar adalah apabila baterai mengalami kerusakan fisik, misalnya karena jatuh atau tertancap sesuatu. Ini bisa menyebabkan hubungan pendek yang berbahaya.  Baca juga: Mengapa Baterai Ponsel Bisa Meledak?  Karena itu, sebaiknya jangan gunakan baterai yang mengalami kerusakan, termasuk yang masih berada di dalam perangkat. Contohnya, ketika ponsel bengkok dan retak, komponen baterai mungkin ikut terdampak.  6. Hindari "charging case" non-ori  Lagi-lagi, aksesori ponsel memiliki kualitas bervariasi, terutama dari segi kelistrikan. Beberapa produsen membuat aksesori casing yang memiliki baterai terintegrasi sehingga bisa berfungsi sebagai power bank.  Nah, apabila ingin menggunakan aksesori macam charging case ini, sebaiknya pilih yang memang original, resmi berasal dari pabrikan ponsel supaya ada jaminan kualitas.  7. Jangan asal colok  Tak semua outlet (colokan) listrik memiliki keluaran listrik yang stabil atau aman. Beberapa malah berbahaya buat charger dan ponsel. Sebaiknya hindari outlet yang tampak meragukan, seperti ada bekas kerusakan, tercerabut, apalagi hangus.  8. Jangan isi baterai ponsel di tempat tidur  Pernah ada kasus ponsel terbakar karena tertimbun di balik bantal saat sedang di-charge. Aliran udara terhambat sehingga membuat ponsel kepanasan. Apalagi kalau menggunakan baterai tak resmi yang lebih rawan suhu tinggi.  Baca juga: Galaxy S4 Terbakar di Balik Bantal  Ponsel yang terbakar tentu akan membahayakan pemilik apabila sedang terlelap. Aneka barang di kasur juga mudah terbakar. Karena itu, sebaiknya jangan letakkan ponsel di tempat tidur saat sedang diisi baterainya.  9. Matikan ponsel apabila basah  Anjuran ini tentu berlaku untuk ponsel yang tidak memiliki ketahanan terhadap air dan debu. Dalam kasus demikian, apabila basah karena tercebur, sebaiknya segera matikan ponsel dan jangan digunakan sampai benar-benar kering.  Jika baterai bisa dilepas oleh pengguna, langsung lakukan hal itu untuk mencegah hubungan pendek.  10. Jangan tinggalkan ponsel di tempat panas  Seperti yang terjadi di Thailand baru-baru ini, meninggalkan ponsel di mobil atau tempat panas lain adalah tindakan berbahaya. Hindari ponsel dari paparan suhu tinggi atau sinar matahari langsung dalam waktu lama agar tak mengalami overheating.  Baca juga: Ini Bahayanya Meninggalkan Ponsel di Mobil

Masih ingat dengan kasus ledakan Galaxy Note 7 beberapa tahun lalu? Ketika itu masalah produksi pada komponen baterai pada Galaxy Note 7 disinyalir menjadi penyebab utama meledaknya perangkat.

Kasus tersebut bukan yang pertama kali terjadi dan tidak hanya menimpa satu merek ponsel saja. Bahkan kasus ponsel terbakar atau meledak juga pernah terjadi pada smartphone mahal macam iPhone sekalipun.

Sebabnya, baterai jenis lithium-ion yang umum digunakan di ponsel dan perangkat mobile modern lainnya memang rawan terbakar atau meledak apabila rusak atau terekspos suhu tinggi.

Ada beragam penyebab mengapa sebuah ponsel dapat meledak, seperti misalnya korsleting atau adanya kesalahan saat pengisian daya. Salah satu penyebab yang sering muncul adalah panas berlebih pada bagian dalam ponsel yang kemudian memicu terjadinya ledakan.

Misalnya, baru-baru ini seorang wanita asal Thailand mendapati ponselnya meledak setelah ditinggalkan di dalam mobil ketika siang bolong. Perangkat tersebut rupanya kepanasan karena terpapar cahaya matahari terus-menerus.

Bagaimana cara mencegah agar ponsel tak meledak? Ada beberapa tips yang bisa diikuti. Simak selengkapnya berikut ini, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Times Now News.

1. Jangan pakai saat sedang di-charge

Sebaiknya jangan menggunakan ponsel dalam kondisi sedang diisi baterainya  Saat di-charge, bagian dalam ponsel -terutama baterai- akan mengalami peningkatan suhu.

Nah, ketika ponsel digunakan secara bersamaan dengan pengisian baterai, suhu akan meningkat lebih jauh karena sistem charging semakin terbebani dengan daya yang terkuras. Terlebih kalau penggunaanya "berat" seperti untuk bermain game.

Kondisi ini disebut "parasitic load" dan sebaiknya dihindari karena ikut berdampak buruk pada ketahanan baterai, di samping meningkatkan suhu.

2. Gunakan charger asli dan berkualitas

Selalu gunakan charger original atau yang memang dikenal berkualitas tinggi. Setiap vendor memiliki standar dan spesifikasi tertentu untuk charger yang diproduksi, terutama yang memiliki kemampuan fast charging.

Jangan ambil risiko dengan menggunakan charger non-original yang keluaran listriknya tak terjamin bagus. Ingatlah bahwa tak semua charger memiliki kualitas setara.

Lebih baik memilih merek terpercaya daripada mengorbankan perangkat dengan memilih charger abal-abal. Salah-salah, bukannya menghemat tapi malah rugi karena perangkat rusak, bahkan terbakar atau meledak.

3. Hentikan charging saat baterai terisi 100 persen

Jika ponsel sudah terisi 100 persen maka sebaiknya cabut kabel charger untuk menghentikan proses pengisian data.

Membiarkan ponsel tertancap ke charger sebenarnya tidak akan membuat perangkat meledak, karena ponsel secara otomatis akan memperkecil daya charging dan melakukan trickle charging, yakni mengisi daya dengan perlahan setiap kapasitas baterai menurun.

Namun, efeknya kurang baik untuk baterai dalam jangka panjang. Baterai lithium-ion pun sebaiknya tak ditunggu sampai benar-benar kosong dan langsung diisi penuh.

Tancapkan charger saat indikator baterai berada di kisaran 30 persen dan cabut saat sudah mencapai sekitar 80 persen.

4. Gunakan baterai asli

Meski ponsel masa kini menggunakan desain unibody, baterainya bisa tetap diganti. Namun, seperti halnya charger, kualitas baterai pun dapat berbeda-beda. Supaya terjamin aman, pakailah baterai asli yang berasal dari vendor ponsel.

5. Jangan pakai baterai rusak

Salah satu penyebab baterai lithium-ion meledak atau terbakar adalah apabila baterai mengalami kerusakan fisik, misalnya karena jatuh atau tertancap sesuatu. Ini bisa menyebabkan hubungan pendek yang berbahaya.

Karena itu, sebaiknya jangan gunakan baterai yang mengalami kerusakan, termasuk yang masih berada di dalam perangkat. Contohnya, ketika ponsel bengkok dan retak, komponen baterai mungkin ikut terdampak.

6. Hindari "charging case" non-ori

Lagi-lagi, aksesori ponsel memiliki kualitas bervariasi, terutama dari segi kelistrikan. Beberapa produsen membuat aksesori casing yang memiliki baterai terintegrasi sehingga bisa berfungsi sebagai power bank.

Nah, apabila ingin menggunakan aksesori macam charging case ini, sebaiknya pilih yang memang original, resmi berasal dari pabrikan ponsel supaya ada jaminan kualitas.

7. Jangan asal colok

Tak semua outlet (colokan) listrik memiliki keluaran listrik yang stabil atau aman. Beberapa malah berbahaya buat charger dan ponsel. Sebaiknya hindari outlet yang tampak meragukan, seperti ada bekas kerusakan, tercerabut, apalagi hangus.

8. Jangan isi baterai ponsel di tempat tidur

Pernah ada kasus ponsel terbakar karena tertimbun di balik bantal saat sedang di-charge. Aliran udara terhambat sehingga membuat ponsel kepanasan. Apalagi kalau menggunakan baterai tak resmi yang lebih rawan suhu tinggi.

Ponsel yang terbakar tentu akan membahayakan pemilik apabila sedang terlelap. Aneka barang di kasur juga mudah terbakar. Karena itu, sebaiknya jangan letakkan ponsel di tempat tidur saat sedang diisi baterainya.

9. Matikan ponsel apabila basah

Anjuran ini tentu berlaku untuk ponsel yang tidak memiliki ketahanan terhadap air dan debu. Dalam kasus demikian, apabila basah karena tercebur, sebaiknya segera matikan ponsel dan jangan digunakan sampai benar-benar kering.

Jika baterai bisa dilepas oleh pengguna, langsung lakukan hal itu untuk mencegah hubungan pendek.

10. Jangan tinggalkan ponsel di tempat panas

Seperti yang terjadi di Thailand baru-baru ini, meninggalkan ponsel di mobil atau tempat panas lain adalah tindakan berbahaya. Hindari ponsel dari paparan suhu tinggi atau sinar matahari langsung dalam waktu lama agar tak mengalami overheating.
Tips Membangun Karir Versi Dirut Kalbe Farma

Direktur Utama PT Kalbe Farma, Vidjongtius berkarier di perusahaan tempat dirinya menjabat saat ini selama 29 tahun.

Berawal dengan menjadi bagian dari Financial and Accounting Departement pada 1990, Vidjongtius pun mulai meniti karier di Kalbe Farma hingga kemudian menduduki posisi Direktur pada 1997.

Tentu banyak hal yang dilalui oleh Vidjongtius selama 29 tahun dirinya berkarier.

Berikut beberapa hal yang membuatnya bertahan dan berhasil menapaki tangga karier:

Memiliki passion

Vidjongtius bercerita, kunci utama untuk bisa bertahan dan mengembangkan karier di suatu pekerjaan adalah dengan memiliki passion atau minat. Semakin besar minat tersebut, maka semakin besar pula keinginan seseorang untuk melakukan yang terbaik ketika bekerja.

"Jadi saat memilih pekerjaan harus punya passion, ini yang membuat kita selalu ingin berbuat yang lebih baik," ujar dia di Jakarta.

Passion tersebutlah yang nantinya akan menjadi dorongan yang memotivasi seseorang ketika menghadapi masa-masa sulit selama bekerja.

Dengan passion ujar Vidjongtius, seseorang bisa mati-matian untuk berusaha menjadi yang terbaik.

"Misalnya, saya bekerja di bidang keuangan, saya mencintai peerjaan keuangan dan memang benar-benar akan mati-matian bekerja. Kalau Anda suka komputer ya bekerja di perusahaan komputer, di situ Anda bisa bertahan lama," ujar dia.

Jangan menghindari masalah

Vidjongtius menekankan, di manapun dan profesi apapun yang ditekuni seseorang, pasti akan ada masalah yang dihadapi. Masalah tersebut tidak akan selesai jika dihindari, namun akan membuat seseorang menjadi sosok yang lebih baik jika dihadapi.

"Pekerjaan itu di mana saja sama aja, pasti ada masalah, enggak mungkin 100 persen mulus. Tapi karena ada passion tadi akan membuat kita kembali lagi," ujar dia.

"Oh enggak apa-apa, ini cobaan, tapi kemudian kita harus lebih baik lagi, itu yang membuat kita bertahanm" jelas dia.

Terus belajar dan mengasah passion

Menurut Vidjongtius, passion harus terus diasah dan kembangkan dengan tidak berhenti belajar. Pasalnya, seseorang harus selalu siap untuk menghadapi perubahan, terutama di era digitalisasi.

"Kita harus selalu relevan dengan perubahan apapun, ilmu pengetahuan, teknologi, itu tugas-tugas kita," ujar dia.

"Kalau kita terus bealjar tidak pernah stop pasti memperkuat passion kita nah itu yang membuat kita kembali lagi bertahan," ujar dia.
Benarkah Transaksi Menggunakan Uang Nontunai Bisa Membuat Kita Lebih Hemat?

Bagi sebagian orang, masih sulit melepaskan uang tunai dalam kehidupan sehari-hari meski teknologi  pembayaran sudah canggih.

Tak hanya dengan kartu debit atau kredit, metode pembayaran kini bisa secara nirkontak seperti tap perangkat ke mesin atau pindai kode QR. Ternyata, penggunaan pembayaran nontunai bisa membantu Anda untuk lebih hemat pengeluaran.

Hal tersebut disampaikan Emmie Martin, saat menulis di CNBC mengenai pengalamannya sama sekali tak menggunakan uang tunai dan hanya mengandalkan kartu kredit untuk transaksi.

"Saya ingin melihat apakah saya dapat mengurangi pengeluaran saya dengan meyimpan uang tunai dan hanya menggunakan kartu kredit saya selama seminggu. Meskipun diet tunai bekerja untuk sebagian orang, saya penasaran apakah yang sebaliknya juga bisa berhasil," ujar Martin sebagaimana dikutip dari CNBC.

Menggunakan kartu kredit untuk pembayaran membuatnya lebih bertanggungjawab atas apa yang dibelinya.

Sebelum memulai minggu bebas tunai, Martin menghitung kembali berapa banyak biasanya yang ia habiskan selama tujuh hari. Martin memperkirakan, rata-rata pengeluarannya selama seminggu sebesar 200 dollar AS untuk berbagai kebutuhan, seperti belanja sampai nongkrong dengan teman.

Untuk memulai eksperimen ini, ia memangkas dana tersebut menjadi setengahnya. Dengan drmikian, Martin menargetkan hanya akan mengeluarkan uang 100 dollar AS permimggu menggunakan kartu kredit.

Mulanya Martin ragu dirinya bisa lebih berhemat menggunakan kartu kredit. Pasalnya, kartu terlalu mudah untuk digunakan dan membuat kecenderungan untuk terus belanja semakin tinggi.

"Saya masih khawatir bahwa kemudahan menggesek kartu kredit akan mendorong saya untuk terus menggunakannya tanpa berpikir," tutur Martin.

Untuk memastikan dirinya tetap memegang target tersebut, Martin selalu membuat daftar barang atau kebutuhan yang akan dibeli dalam sepekan. Ia juga mencatat pengeluaran menggunakan kartu kredit maupun aplikasi dompet digital.

Namun, di paruh kedua minggu perjuangannya itu, Martin menyadari bahwa dirinya telah menghabiskan 78 dollarAS untuk makan siang bersama, nongkrong dengan teman, maupun keperluan rumah tangga.

Ia pun terkejut melihat seberapa besar uang yang telah dihabiskan di paruh pertama minggu tersebut.

"Itu adalah wake up call, saya hanya punya 22 dollar AS untuk bertahan selama akhir pekan," kata Martin.

Baca juga: Ini Cara untuk Lepas dari Jeratan Utang Kartu Kredit

Akhirnya Martin mulai mengatur strategi bagaimana bertahan hidup dengan sisa 22 dollar hingga tiga hari ke depan.

"Saya melebihi anggaran saya, tetapi secara keseluruhan, saya masih menyimpan uang," lanjut dia.

Suatu waktu, Martin terpaksa melanggar kesepakatan tersebut karena di hari terakhir, di mana ia hanya punya sisa 3 dollar AS, ia pergi dengan temannya untuk pedikur. Biaya yang dibutuhkan sebesar 22 dollar AS dan ia juga meninggalkan tip 8 dollar AS.

Martin mengatakan bahwa itu satu-satunya waktu sepanjang percobaan yang ia langgar. Setelahnya, ia merasa bersalah karena telah melanggar komitmennya sendiri. Meski begitu, ia tetap menikmatinya.

Sebagai gantinya, Martin akan memangkas pengeluaran mingguannya lebih dari 70 dollar AS secara keseluruhan.

"Menggunakan kartu kredit lebih mudah. Sepanjang minggu, saya tidak pernah mencari-cari perubahan yang tepat atau merasa cemas karena tidak memiliki cukup uang untuk dapat membayar sesuatu," ucap dia.

Secara total, sepanjang minggu tersebut Martin hanya menghabiskan 127 dollar AS. Penghematannya lumayan signifikan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya dengan mencapai 200 dollar AS per minggu.

Menurut Martin, penggunaan kartu kredit merupakan cara yang efektif bagi dirinya untuk menghemat uang. Sebab, secara otomatis aplikasiperbankan akan merekam setiap transaksi.

"Melihat angka-angka yang tertulis memaksa saya untuk tetap bertanggung jawab. Setiap kali saya membeli sesuatu, saya harus melihat lagi seberapa dekat saya dengan batas saya," jelas  Martin.

Selama paruh kedua minggu itu, Martin mencoba menghabiskan uang sesedikit mungkin supaya tak melebihi target. Meskipun akhirnya meleset sedikit dari target, Martin menganggap percobaan ini sukes membuatnya menghemat uang.

"Saya juga tidak memaksakan diri untuk mengurangi semuanya. Saya masih menikmati makan di luar dengan teman-teman dan bahkan pedikur," kata Martin.

Martin menambahkan, meskipun metode ini bekerja bagi dirinya, kartu kredit memiliki banyak kerugian. Bagi banyak orang, mereka dapat menyebabkan hutang berbunga tinggi yang tidak pernah sepadan.

Tetapi jika Anda dapat menggunakan kartu kredit secara bertanggung jawab dan disiplin melunasi saldo Anda secara penuh setiap bulan, komitmen tanpa uang tunai dan hanya mengandalkan kartu bisa membantu Anda menabung lebih banyak.
Berikut Tips Agar Lebih Hemat Menggunakan Kartu Kredit

Selama ini ada stigma yang melekat bahwa kartu kredit bisa membuat gaya hidup boros. Padahal nyatanya, hal itu tidak sepenuhnya benar. Jika cermat, pengguna kartu kredit justru bisa membuat berhemat!

Di tengah ketatnya persaingan industri kartu kredit para penerbit banyak memberikan kelebihan dan promosi.

Selain memberi keuntungan finansial, seperti promosi dan potongan harga, penggunaan kartu kredit juga dapat memberikan gambaran keuangan Anda di mata perbankan.

Berikut cara penggunaan kartu kredit supaya bisa lebih menguntungkan dan jadi alat untuk berhemat sebagaimana dikutip dari Cermati.com.

1.Belanja Kebutuhan Pokok dengan Diskon Kartu Kredit

Sekarang ini sudah banyak kartu kredit yang memberikan diskon untuk pembelanjaan kebutuhan sehari-hari di supermarket. Anda bisa memanfaatkan diskon atau potongan harga yang rata-rata sekitar 10% ini untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok tiap bulan.

2.Dapatkan ‘Reward Point’ dan Gunakan untuk Membeli Produk yang Dibutuhkan

Belanja mendapatkan diskon potongan harga, setelah itu dapat point rewards dari total belanjaan pastinya sangat menguntungkan. Sebab point reward yang didapatkan dan dikumpulkan juga bisa digunakan untuk belanja lagi.

Persyaratan untuk mendapatkan insentif dari penggunaan kartu kredit juga beragam, tergantung dari kebijakan provider kartu kredit. Beberapa penyedia kartu kredit mengharuskan pengguna untuk berbelanja produk atau di tempat tertentu agar bisa mendapatkan reward point.

Ada juga kartu kredit yang hanya digunakan untuk belanja saja secara otomatis langsung mendapatkan point rewards. Jadi, dengan Anda memanfaatkan fitur ini, pengeluaran berbelanja bisa jauh lebih hemat.

3.Cari dan Pilih Kartu Kredit yang Sesuai Kebutuhan

Dengan mengetahui bahwa kartu kredit memiliki fitur reward point yang beragam, Anda perlu melakukan riset reward yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Saat akan memilih jasa kartu kredit, pastikan keuntungan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan bulanan Anda.

Tak jarang juga jika kartu kredit memberikan promosi berupa potongan harga pada produk ataupun supermarket yang sering Anda gunakan. Jadi, dengan memahami secara seksama semua insentif dan promosi yang ditawarkan, Anda dapat memilih kartu kredit sesuai dengan kebutuhan Anda.

4.Sering-seringlah Mengecek Promosi yang Sedang Berlangsung

Ada kalanya provider kartu kredit yang Anda gunakan melakukan kerjasama dengan perusaahan tertentu. Saat kerjasama telah terjalin, penyedia kartu kredit Anda mungkin memiliki promosi ataupun penawaran yang memberi keuntungan baru pada Anda.

Persaingan provider kartu kredit seringkali membuka peluang baru untuk Anda bisa berhemat. Tujuannya tidak lain adalah untuk menggaet nasabah baru dengan cakupan lebih luas.

Dengan sering memeriksa penawaran terbaru dari banyak penyedia kartu kredit, Anda dapat memastikan keuntungan yang dibutuhkan dari penggunaan kartu kredit. Kesempatan agar pengeluaran lebih menyusut pun akan semakin banyak.

5.Hindari Denda Jatuh Tempo Pembayaran Tagihan

Salah satu kesalahan yang dilakukan nasabah kartu kredit adalah menyepelekan denda tagihan saat telat membayar tagihan. Denda karena jatuh tempo mungkin terlihat tidak signifikan, namun tetap saja hal itu adalah pemborosan yang tidak perlu dilakukan.

Dengan membayar tagihan kartu kredit secara disiplin, Anda tidak harus mengeluarkan biaya tambahan selain bunga kartu kredit. Banyak provider kartu kredit juga akan memberikan poin hadiah saat Anda membayar dengan tepat waktu.

Jadi, usahakan untuk tidak telat membayar tagihan kartu kredit Anda agar pengeluaran tidak membengkak dan Anda bisa mendapatkan point reward tambahan yang bisa ditukar dengan hadiah.

6.Lihat Bonus yang Ditawarkan untuk Nasabah Baru Kartu Kredit

Jika promosi kartu kredit yang Anda gunakan tidak lagi menarik dan menguntungkan bagi kondisi keuangan, tidak ada salahnya berganti menjadi nasabah kartu kredit lain. Tapi, seperti saat akan memilih penyedia kartu kredit pertama Anda, lakukan riset terlebih dahulu agar keuntungan yang Anda terima bisa maksimal.

Kebanyakan provider kartu kredit akan memberikan promosi menarik pada nasabah yang membuat akun kartu kredit baru. Keuntungan seperti promosi cash back, potongan harga, dan tentunya reward point, akan diterima oleh nasabah baru.

Karena banyak keuntungan yang bisa didapat sebagai nasabah baru kartu kredit, tidak ada salahnya jika Anda berpindah ke ‘lain hati’. Hal ini tentunya berimbas positif pada kondisi keuangan Anda.

Oleh sebab itu, jangan ragu untuk berpindah ke penerbit kartu kredit lain jika dirasa kartu kredit Anda sekarang tidak menguntungkan.

Jadilah Nasabah yang Cermat

Setelah mengetahui trik mendapat keuntungan dari kartu kredit, Anda tidak perlu ragu lagi untuk menggunakan jasa penyedia kartu kredit saat ini, bukan? Di tengah ketatnya persaingan bisnis kartu kredit, nasabah kartu kredit akan merasakan imbas positif dari promosi yang ditawarkan oleh penyedia kartu kredit. Jadi, manfaatkan promosi dan reward point yang diberikan dari penggunaan kartu kredit Anda.