Memasuki Usia Lanjut, Waspadai Pengapuran Tulang 
Ketika melihat orang tua kita yang sudah lanjut usia, mereka mungkin mempunyai kesulitan dalam berjalan dan beranjak dari tempat duduk atau tempat tidur, sehingga membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitasnya. Orang lanjut usia merupakan kelompok yang berisiko mengalami pengapuran di mana sendi-sendinya terasa kaku sehingga pergerakannya terbatas. Pengapuran ini umum terjadi pada usia lanjut, terutama pada wanita.
Pengapuran atau dalam bahasa medis disebut osteoarthritis disebabkan karena proses penuaan yang menyerang persendian, terutama pada sendi yang menyangga berat badan, seperti pada lutut, pinggul, punggung, leher, dan sendi pada jari-jari.
Bertambahnya usia bukan hanya membuat sendi dan tulang menjadi kaku, melainkan juga membuat produksi cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas menjadi berkurang. Akibatnya, lansia rentan mengalami gesekan antara tulang dan sendi, menyebabkan tulang rawan menipis dan menimbulkan gejala fisik yang mengganggu aktivitas.
Osteoarthritis adalah sebuah penyakit yang tidak hanya memiliki satu faktor risiko. Ada banyak faktor risiko untuk osteoarthritis, yaitu:
1.    Usia. Semakin bertambah usia maka semakin meningkat pula risiko Anda mengalami osteoarthritis.
2.  Jenis kelamin. Kebanyakan kasus osteoarthritis biasanya dialami oleh wanita. Itu sebabnya, wanita dikatakan beresiko lebih tinggi untuk mengalami osteoarthritis ketimbang pria.
3.    Obesitas. Bobot tubuh besar membuka peluang lebih lebar bagi Anda untuk terserang peradangan sendi karena peningkatan berat badan akan menambah tekanan pada sendi yang bertugas untuk menahan beban tubuh.
4.   Trauma atau cedera. Pernah mengalami trauma atau cedera saat berolahraga maupun kecelakaan, bisa meningkatkan risiko pengapuran sendi, bahkan meskipun cedera tersebut telah sembuh sekali pun.
5.  Melakukan pekerjaan. Ada beberapa pekerjaan tertentu yang memberikan tekanan berlebih pada sendi. Akhirnya secara bertahap, sendi bisa meradang sehingga menyebabkan osteoarthritis.
6.    Genetik. Beberapa orang bisa terkena radang sendi bukan karena pernah mengalami cedera atau melakukan pekerjaan berat. Namun, karena ada salah seorang anggota keluarganya yang memiliki penyakit pengapuran sendi ini.
7.    Memiliki kelainan bentuk tulang. Seseorang yang memiliki kelainan kongenital atau kelainan bawaan sejak lahir terkait sendi dan tulang, berisiko lebih besar untuk mengalami pengapuran sendi. Khususnya, jika kelainan dari lahir tersebut menyerang tulang rawan.
8.  Memiliki penyakit lainnya. Faktor risiko lainnya yang memperbesar peluang osteoarthritis adalah kehadiran penyakit tertentu. Jika Anda memiliki diabetes atau rematik, seperti penyakit asam urat dan rheumatoid arthritis, Anda juga bisa saja mengalami pengapuran sendi.
Lalu, bagaimana dengan upaya pencegahannya? Untuk mencegah risiko osteoarthritis, Anda perlu rutin berolahraga untuk menguatkan sendi dan tulang (setidaknya 20-30 menit per hari), menjaga postur tubuh saat duduk dan berdiri, serta menjaga berat badan agar tidak obesitas.Konsumsi pula makanan yang sehat seperti buah, sayuran, dan bahan makanan sehat lainnya.
Bila perlu konsumsi Entrasol Active untuk usia 19-50 tahun dan Entrasol Gold untuk usia lanjut. Entrasol adalah susu tinggi kalsium yang dapat membantu kesehatan tulang dan melindungi organ tubuh dari serangan radikal bebas. Penuhi kebutuhan kalsium Anda dengan Entrasol.


Disadur dari:
     http://bit.ly/2oW9TWd
     http://bit.ly/2qxSJ1i
     http://bit.ly/32Icv8s




4 Jenis Bahan yang Sering digunakan dalam pembuatan Grosir Kaos Polos, Sudah Tahu?

Memilih membuka usaha kaos merupakan salah satu peluang usaha yang sangat cocok untuk kalangan muda. Karena dalam pembuatan kaos sangat dibutuhkan kreatifitas yang lebih baik dari segi desain, promosi produk, dan pemilihan jenis kain. Dengan banyaknya jenis kain pada grosir kaos polos mulai dari bahan import sampai lokal, mengharuskan para produsen kaos memilih kualitas kain yang baik. Penasaran dengan jenis bahan apa saja yang digunakan?

Beberapa Jenis Kain yang Sering di gunakan

1. Jenis Kain Teteron Cotton
Jenis kain ini merupakan bahan dengan campuran dari 35% antara katun combed dan 65% kain polyester atau teteron. Jika dilihat dengan bahan katun, maka jenis bahan dari kain ini kurang cocok untuk bisa menyerap keringat dan menyebabkan suhu terasa panas di badan. Kelebihan dari bahan teteron yakni lebih tahan dari penyusutan kain alias longgar meskipun dicuci berkali-kali, hal ini bisa terjadi karena adanya bahan polyester  yang terkandung di dalamnya.

2. Jenis Kain Katun Combed (Cotton Combed)
Kain dengan jenis ini adalah bahan yang diperoleh dari serat kapas, yang mana serat tersebut memiliki karakteristik benang yang lebih halus, hasil rajutannya juga lebih bagus dan tidak berbulu. Karena jenis bahan kain katun kombed pada grosir kaos polos ini ditata dengan benang dari kapas dimana pada saat pemintalannya menggunakan mesin combing yang berfungsi sebagai alat untuk membuang serat-serat pendek dari kapas yang tidak optimal pada mesin carding.

3. Jenis Kain Hyget atau biasa disebut dengan Spandex
Kain hyget merupakan bahan yang bersifat elastis namun lebih berat dari spandex, yang mana lapisan luarnya terlihat mengkilap. Jenis kain hyget tidak mudah untuk menyerap keringat. Bahan dari kain hyget terbuat dari plastik, akan tetapi sifatnya lebih tipis dan termasuk dalam kategori bahan spandex. Kain hyget banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kaos kampanye partai politik dikarenakan harganya yang relatif terjangkau.

4. Jenis Kain Katun Carded
Jenis kain grosir kaos polos ini merupakan bahan yang disusun dari benang-benang berbulu dan masih banyak mengandung serat-serat kapas yang pendek serta belum melalui proses washing. Sehingga hasil rajutan dan penampilan bahannya cenderung tidak halus dan tidak rata. Jenis bahan dari kain katun carded ini kualitasnya dibawah katun combed yang juga bisa disebut semi combed. Kelebihan dari kain ini juga dapat menyerap keringat, tidak mudah kusut dan luntur.

Biasanya jenis kain kaos akan dipilih berdasarkan model, fungsi, kualitas dan harga. Seperti pada distro yang sering menggunakan kain jenis cotton combed, teksturnya yang lembut dan halus membuatnya mudah diterapkan pada sablon. Berbeda dengan jenis kain kaos yang berbahan spandek yang memiliki kualitas dan harga dibawah cotton combed, kain jenis ini akan lebih sering digunakan untuk kampanye partai politik.